Transformasi Budaya Pesantren Di Era Globalisasi
DOI:
https://doi.org/10.55982/adab.2025.84Abstract
Penelitian ini menganalisis transformasi budaya pesantren di era globalisasi dengan fokus pada strategi adaptasi yang mempertahankan nilai-nilai keagamaan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada lima pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pesantren melakukan adaptasi budaya tanpa mengorbankan identitas spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren mengembangkan strategi adaptasi melalui pengembangan kurikulum integratif, adopsi teknologi digital, dan penguatan dialog lintas budaya. Tantangan utama meliputi resistensi internal, keterbatasan sumber daya, dan infrastruktur teknologi yang belum memadai. Peran teknologi digital terbukti signifikan dalam mendukung pembelajaran, dakwah, dan manajemen pesantren. Dampak adaptasi menunjukkan peningkatan kesejahteraan santri, dukungan masyarakat, dan keberlanjutan institusi melalui pengembangan ekonomi kreatif. Transformasi budaya pesantren bersifat adaptif dan inovatif dengan tetap mempertahankan lima pilar filosofis yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Kepemimpinan visioner kyai menjadi faktor kunci keberhasilan dalam menyeimbangkan modernisasi dengan preservasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren mampu menjadi model institusi pendidikan Islam yang responsif terhadap globalisasi sambil menjaga identitas keagamaan fundamental.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rina Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.